Monday, January 1, 2018

Kellie's Castle
17 November 2017 saya berkesempatan untuk berwisata mengunjungi salah satu kota terbesar di Malaysia selain Kuala Lumpur dan Johor Bahru tentunya. Kota tersebut adalah Ipoh, ibukota negara bagian Perak.

Untuk menuju Ipoh kita dapat memilih moda transportasi bus yang tersedia baik dari KLIA1 maupun KLIA2, atau kalaupun ingin dari KL Sentral pun ada. Bagi yang tidak mau ribet beli tiket disana kita dapat membeli tiket bus tersebut jauh-jauh hari secara online melalui website BusOnlineTicket.com dengan jadwal keberangkatan paling awal pukul 02:00 dan terakhir pukul 23:30 setiap harinya. Saya sendiri memilih tiket keberangkatan paling pagi dari KLIA1 pukul 02:00 (bus Star Shuttle) dikarenakan penerbangan saya dari Jakarta diperkirakan akan tiba di KLIA1 pukul 00:30. Namun apa daya dikarenakan satu dan lain hal ternyata penerbangan yang akan saya tumpangi mengalami delay dengan waktu yang tidak dapat ditentukan, seharusnya saya sudah boarding dan take off sekitar pukul 21:30 namun pada akhirnya saya baru boarding dan take off sekitar pukul 23:00.

Apa boleh buat akhirnya harus ketinggalan bus menuju Ipoh pukul 02:00 tersebut. Namun berkat kebaikan Ibu penjaga loket tiket bus Star Shuttle di KLIA1 bus station akhirnya saya diperbolehkan ikut keberangkatan berikutnya tanpa harus membeli tiket lagi. Keberangkatan berikutnya adalah pukul 06:00, jadi masih banyak waktu untuk menunggu dan beristirahat tidur sejenak.

Perjalanan dari KLIA menuju Ipoh kurang lebih memakan waktu 3 jam dan menempuh jarak sejauh kurang lebih 250 km. Bus yang saya tumpangi ini akan berhenti di terminal bus Aman Jaya, Ipoh. Untuk menuju pusat kota Ipoh kita bisa naik bus kota yang disediakan di terminal bus Aman Jaya ini. Karena perjalanan ini sifatnya one day trip sehingga di sore harinya saya memilih untuk kembali ke KL dan bermalam disana jadi tujuan pertama sesampainya di Ipoh (terminal Aman Jaya) adalah mengunjungi Kellie's Castle.

Bus yang saya tumpangi dari terminal Aman Jaya ke Medan Kidd (on film)
Sekedar informasi di Ipoh ini terkait transportasi umum masih sangat kurang, kita hanya mempunyai pilihan naik bus umum ataupun taksi (namun taksi sangatlah jarang ditemui dan sulit sekali dihubungi untuk order via Whatsapp) begitupun dengan transportasi online seperti Grab dan Uber belum tersedia disini. 

Suasana di Terminal Medan Kidd (on film)
Seperti yang saya sebutkan di atas, dari Aman Jaya menuju ke pusat kota Ipoh bisa menggunakan bus kota dengan tujuan terminal Medan Kidd. Di Medan Kidd kita bisa memilih banyak sekali rute bus untuk setiap destinasi pilihan di kota Ipoh. Sesampainya di Medan Kidd dan bertanya ke bagian ticket counter terkait transportasi menuju Kellie's Castle terinfo bahwa untuk menuju kesana kita perlu naik bus tujuan terminal Gopeng terlebih dahulu dan turun untuk berganti bus dengan bus tujuan terminal Batu Gajah dan kita bisa turun persis di depan pintu masuk Kellie's Castle, jika ditulis rutenya jadi Medan Kidd - Gopeng - Kellie's Castle. 

Terminal Gopeng, dari terminal ini menuju Kellie's Castle bisa naik bus ini (on film)
Tantangannya adalah dikarenakan jumlah bus yang sangat terbatas dan waktu keberangkatan tiap bus yang rata-rata berjarak 1 jam, sehingga jika jadwal bus berangkat dari terminal Medan Kidd pukul 11.00 dan kita tiba di terminal pukul 11 lewat maka kita harus menunggu satu jam untuk keberangkatan bus berikutnya, begitupun dengan jadwal bus di terminal lain. Sehingga dikarenakan takut ketinggalan bus berikutnya jadi untuk makan siang saya memutuskan untuk makan di terminal bus tersebut saja.

Singkat cerita akhirnya sampai pula saya di Kellie's Castle, cukup lelah karena lama menunggu bus dan cuaca sangat panas disana (dari Medan Kidd ke Gopeng menghabiskan waktu perjalanan kurang lebih 30 menit, dan dari Gopeng menuju Kellie's Castle sekitar 15 menit).

Gerbang Masuk Kellie's Castle
Sekedar informasi, Kellie's Castle ini merupakan kastil peninggalan seorang petani asal Skotlandia  bernama William Kellie Smith yang saat itu menetap disini. Kastil ini berdiri di atas bukit yang dahulunya merupakan perhutanan karet. Sejarah terkait kastil ini dapat kita baca di papan informasi yang tersedia di berbagai sudut di dalam kastil ini.

Lorong di belakang kastil, sekilas mirip Lawang Sewu
Tangga menuju ke lantai atas dan rooftop
Rooftop kastil
Kendala mulai datang saat saya selesai mengeksplor Kellie's Castle, berniat kembali menuju ke pusat kota Ipoh untuk berjalan-jalan melihat mural dan juga mencicipi white coffee yang merupakan kopi khas dari Ipoh, namun rasanya saya harus mengurungkan niat tersebut. Waktu sudah menunjukan pukul 15.00 dan sudah satu jam saya menunggu tidak ada bus yang lewat di depan Kellie's Castle ini, taksi pun tidak ada satupun yang bisa dihubungi, bahkan sudah meminta bantuan tukang parkir disana untuk mencarikan kendaraan tapi tetap sulit. Saya dan teman-teman sempat berfikir untuk menebeng ke wisatawan domestik dan meminta untuk diantar sampai ke terminal terdekat, tapi dengan sabar menunggu akhirnya datanglah bus menuju ke Batu Gajah dan seterusnya disana saya berganti bus untuk kembali ke Medan Kidd

Menunggu bus berjam-jam di pinggir jalan ini
Sampai di terminal Medan Kidd sekitar pukul 17.00 dan akhirnya niat untuk mengeksplor lebih kota Ipoh harus dibatalkan. Saya memutuskan untuk segera menuju stasiun kereta untuk mencari tiket kembali menuju KL sebelum kehabisan. Sebenarnya masih belum puas saya mengeksplor Ipoh ini karena setelah dipikir-pikir perjalanan saya yang melelahkan ini hanya berujung untuk melihat Kellie's Castle saja haha padahal masih banyak spot menarik lain yang menunggu untuk dikunjungi seperti rekomendasi dari TripAdvisor ini. 

Bagi kalian yang berniat untuk berkunjung ke Ipoh perlu dipertimbangkan waktu keberangkatan dari KL menuju Ipoh agar tidak banyak waktu terbuang di perjalanan serta bila ingin lebih puas lagi lebih baik memilih untuk bermalam di Ipoh saja. 

Ipoh Railway Station
* foto-foto dalam posting ini diambil menggunakan kamera handphone dan kamera analog.
See ya,

Dzaka

Friday, September 22, 2017

Persib Bandung vs Semen Padang
Latepost. Piala Presiden 2017 menyisakan banyak cerita bagi saya, hampir cukup lama sepakbola Indonesia vakum dari aktivitasnya. Piala Presiden ini seperti mengobati hausnya para pecinta sepakbola tanah air akan hiburan sepakbola itu sendiri. Seperti di postingan saya sebelumnya, saya sempat menonton tim kebanggaan kami, tim kebanggaan Jawa Barat, tim kebanggaan Indonesia, Persib Bandung saat berlaga di fase perempat final Piala Presiden 2017 ini melawan Mitra Kukar. Namun sayang saat laga semifinal Persib Bandung harus rela menelan kekalahan atas PBFC, sehingga menghentikan harapan Persib Bandung untuk menjuarai turnamen ini. Tapi itu tidak masalah, masih ada gelar hiburan untuk Persib Bandung ataupun Semen Padang (dalam hal ini kalah oleh Arema di laga semifinal) yaitu perebutan juara ketiga.

Stadion Pakansari, Cibinong, Kab. Bogor
Venue pertandingan dipilih tempat netral untuk laga perebutan juara ketiga maupun laga final. Lokasi terpilih adalah Stadion Pakansari, Bogor. Sepertinya ini bukanlah tempat netral bagi Persib Bandung, karena kita tau Bogor pun Persib. Singkat cerita saya pun tidak mau ketinggalan untuk menyaksikan laga tersebut, sudah lama tak menyaksikan Persib secara langsung, dan baru beberapa minggu lalu (di bulan Maret) menyaksikan Persib di Solo, sehingga euforianya masih sangat kental. 

Memutuskan untuk menginap di Lorin Hotel Sentul agar bisa satu hotel dengan para pemain. Ternyata sangat terkejut saya karena 3 tim dari total 4 tim yang berlaga yakni Persib Bandung, Semen Padang dan Arema seluruhnya menginap di hotel ini. Suatu hal yang menyenangkan sehingga tiap kali sarapan atau nongkrong di lobby pun bisa melihat para pemain idola disana.

Langsung saja ke hari-h pertandingan, seperti biasa pembelian tiket tidak menjadi masalah karena saat ini untuk membeli tiket pertandingan sepakbola itu ga perlu ribet lagi kita tinggal membelinya secara online di website loket.com. Yang menjadi kendala adalah akses menuju Stadion Pakansari yang relatif sulit karena tidak ada angkutan umum dari Lorin, sempat memutuskan untuk membawa kendaraan dan memarkirkannya di Cibinong City Mall (lokasinya persis di depan kompleks olah raga Pakansari) namun dengan pertimbangan keamanan akhirnya saya mengurunkan niat tersebut. Jadilah jalan kaki menjadi solusi saya untuk berangkat menuju stadion.

Tiket gelang sudah di tangan
Cukup melelahkan, jalan kaki dari Lorin menuju stadion dihabiskan dalam 1 jam perjalanan haha. Lelah tapi sekalian jalan-jalan karena saya berangkat jauh dari jam dimulainya pertandingan. Bahkan karena masih terlalu cepat akhirnya saya mampir dan makan siang di Cibinong City Mall dulu sekalian ngadem. Menjelang dimulainya pertandingan akhirnya saya bergegas ke stadion dan mencari lokasi penukaran e-ticket menjadi tiket pertandingan, tidak sulit mencarinya karena petugas dari loket mudah dikenali dengan pakaian mereka bertuliskan LOKET.


Saat terjadi perselisihan antara Vlado dan Mofu
Sesuai perkiraan laga ini jelas menjadi laga kandang bagi Persib, ribuan bobotoh memadati seluruh sisi tribun stadion. Pertandingan berlangsung sangat alot, bahkan sempat terjadi drama saat Vladimir Vujovic bersitegang dengan Vendry Mofu yang menyebabkan keduanya dikartu merah oleh pengadil lapangan. Pertandingan sendiri berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Persib, gol dicetak oleh Lord Atep. Dengan hasil ini gelar peringkat ketiga Piala Presiden 2017 resmi diraih oleh Persib Bandung!

Pyro Party!

Persib Bandung - Maung Bandung!
See ya,

Dzaka

Thursday, August 17, 2017


Ini cerita lama. Piala Presiden 2017 tepatnya di bulan Februari 2017. Turnamen paruh musim yang biasa digelar hampir tiap tahun terlebih lagi karena saat itu belum adanya keputusan resmi terkait Liga Indonesia di tahun 2017. Saat itu tim idola saya dan juga idola semua orang, Persib Bandung melaju ke babak perempat final dan bertemu dengan Mitra Kukar sebagai lawannya, venue pertandingan dipilih tempat netral dan terpilihlah Manahan, Solo untuk menggelar laga perempat final Piala Presiden 2017.

Tanpa pikir panjang kebetulan juga pertandingan semifinalnya diadakan pada hari Sabtu maka waktu itu saya langsung saja cari-cari informasi dan sekaligus pesan tiket pesawat, hotel, dan tiket pertandingan tentunya.

Tiket pesawat dan hotel sih seperti biasa pake Traveloka, nah untuk tiket pertandingannya ini pengalaman baru bagi saya karena ternyata sekarang beli tiket pertandingan di Indonesia sudah bisa melalui online, jadi ga perlu ribet antri beli tiket lagi di stadion. Loket.com lah yang saat itu atau hingga saat ini bahkan menjadi penyedia jasa pembelian tiket online pertandingan sepakbola di Indonesia, simple sih beli via Loket.com terus kita nanti dapet semacam e-voucher dan harus dituker fisik tiket biasanya berupa gelang barcode di stadion pada hari H pertandingan, tapi tenang aja ga akan antri kok nuker tiketnya.

BDO - SOC pakenya ATR
Saya memutuskan ke Solo naik pesawat karena biar ga capek berhubung niat berangkat pada hari H pertandingan maka solusi terbaik ya pesawat. Naik pesawat dari Bandung ke Solo, saya pilih Bandung biar sekalian pulang mingguan ke Bandung. Jumat malam seperti biasa pulang kerja dari Jakarta langsung macet-macetan menuju Bandung. Sampai rumah bingung buat packing banyak pertimbangan karena ini away day pertama saya jadi agak takut untuk bawa atribut Persib, karena nontonnya ga bareng bobotoh lain jadi takut aja kenapa-kenapa, ditambah lagi di Manahan juga pas hari Minggu-nya bakalan ada pertandingan perempat final lainnya yang salah satu timnya adalah Arema, ya tau lah ya Aremania sama Bobotoh itu gimana hehehe.

Sabtu 25 Februari 2017, sampai Solo masih pagi banget. Mau ke stadion juga ngapain masih pagi, jadi dari bandara saya langsung ke tempat penginapan buat naro tas dulu biar ga berat. Setelah naro tas saya keliling-keliling cari sarapan dan jajan-jajan. Jadwal Persib main tuh jam 18.30 jadi waktu itu sekitar jam 4 sore saya langsung aja ke stadion buat nuker tiket dan sekalian liat hype-nya suasanya disana.

Jadwalnya dituker, jadi Persib yang main jam 18:00


Pertandingan sendiri berakhir untuk kemenangan Persib Bandung dengan skor 3-2. Seru super deg-deg-an karena pas babak pertama sempet posisi sama kuat 1-1, untungnya di babak kedua Lord Atep mampu memukau penonton dengan penampilannya  yang biasa aja tapi tetep bisa bikin gol hahaha. All hail Lord Atep!


Here we go!
After party
Selesai pertandingan saya langsung kabur buru-buru bahkan sebelum penonton lain bubar, biar gampang keluar aja ga perlu desek-desekan. Pulang nonton laper akhirnya cari makan yang deket aja di sekitar Lapangan Kota Barat sambil berhangat minum susu Shi Jack yang susu cokelatnya manis banget kebanyakan gula.

Ternyata seru juga nonton Persib away itu, senang sekali bisa mendukung klub kesayang saat main jauh dari kandang. Dari away day ini juga saya liat kekeluargaan para bobotoh ini kental sekali, bahkan yang belum kenal aja yang baru ketemu di stadion bisa langsung akrab. Salut.

Oh iya yang bikin menarik pas saya pulang ke Bandung di hari Minggu-nya ternyata secara kebetulan saya satu pesawat dengan seluruh pemain dan staf Persib haha, lumayan lah bisa foto-foto dikit jadinya.

Liat Persib di Piala Presiden awal tahun ini rasanya pede banget buat bisa bicara banyak pas Liga bergulir, tapi entah kenapa sekarang Persib-nya memble, super memble. Semoga saja di paruh kedua Liga 1 ini Persib bisa bangkit dan membuktikan slogannya di awal musim. Jangan sampai "The Golden Era" ini menjadi "The Golden (ng)Era(keun)" juga "Era ku Golden."

Prung geura tarung Maung Bandung!

See ya,

Dzaka

Monday, July 31, 2017

Juli 2017 adalah salah satu bulan yang saya tunggu-tunggu sejak memasuki tahun 2017 ini. Kenapa? karena di Juli 2017 ini musim sepakbola sedang memasuki masa rehat selepas liga, artinya seluruh tim akan menjalankan masa pre-season tour yang biasanya akan menjadikan Asia sebagai salah satu tujuan utama mereka.

Akhirnya awal tahun 2017 dapet info kalau Singapore bakal menjadi salah satu venue yang dipilih oleh International Champions Cup (ICC) buat ngadain turnamen pra musim (selain US dan China). Info tambahan menyusul bahwa tim yang kebagian main di Singapore adalah Bayern Munchen, Chelsea, dan Inter Milan. Wah lumayan banget kan, ga pake mikir langsung pantengin tuh tiap hari Instagramnya ICC dan ICCSG buat info pembelian tiket karena jujur takut banget kalah cepet sama orang lain, takut ga kebagian haha.

Singapore National Stadium/Sports Hub venue untuk ICC SG 2017
Karena budgetnya cuma cukup buat nonton 1 match dan ditambah pertimbangan kalau pemain Inter kayaknya kurang keren akhirnya saya memutuskan buat pilih pertandingan Bayern Munchen vs Chelsea aja untuk ditonton, lumayan kan bisa liat Courtois, Hazard, Willian cs atau Neueur, Muller, Lewandowski cs. 

Setelah dapet info lewat akun IG ICCSG bahwa pembelian tiket telah dibuka, langsung tuh hari itu juga saya beli tiketnya di website Sports Hub akses lewat browser hp, agak ribet sumpah pas pilih lokasi duduknya susah banget lewat hp mana sering hang hp-nya haha.

--------

25 Juli 2017 akhirnya tiba. Super excited buat liat pemain idola di Chelsea ataupun Bayern Munchen (walaupun karbit) di depan mata secara langsung. Agak bingung mutusin pake jersey apa pas match, tapi karena temen pake Chelsea jadi ikut-ikutan aja saya pake jersey Chelsea biar kayak se geng banget lah fans Chelsea garis keras, padahal mah suka Chelsea aja engga malah malu karena harus murtad sejenak dari United hehe.

KTBFFH !!!
Sebelum match dimulai kita jalan-jalan dulu tuh disana sekitar National Stadium buat cari fanzone festivalnya, karena liat di IGnya ICC sih kayaknya seru banget bisa foto sama trophy masing2 klub dan banyak souvenir juga disana. Muter-muter lah kita ke sekitar Kallang Wave Mall buat cari fanzone festivalnya, setelah ketemu ternyata penuh banget itu fanzone festival dan kayaknya super seru. Hype-nya dapet banget disini.


Dan beruntungnya banyak juga souvernir gratisan yang dibagiin disana, lumayan lah dapet semacam buku intro to Chelsea gitu isinya tentang profil klub dan tiap pemain. Dapetin souvernir Chelsea gampang, tapi sedihnya dapetin souvenir Bayern Munchen itu susah banget harus antri super panjang jadi bikin males ga kayak Chelsea yang dibagiin keliling.

Liat-liat ke bagian lain ternyata ada photo booth dengan trophy EPL dan trophy Bundesliga tapi ya itu antrinya lebih parah lagi, ya saya sih akhirnya cuma foto orang lain aja sama trophynya, sayanya mah ga kebagian.

orang lain ga tau siapa with EPL trophy
orang lain juga ga tau siapa juga with Bundesliga trophy
Jam 6 sore gate buat masuk ke stadion dibuka, semangat banget tuh masuk awal-awal biar ga antri pas pemeriksaan security check. Di dalem lebih seru lagi ga sabar banget lah nunggu pemain-pemainnya masuk lapangan. Dan ternyata di setiap kursi udah disediakan kipas souvenir Bayern Munchen haha lumayan lah buat oleh-oleh gratisan.

Ga lama setelah itu akhirnya satu persatu pemain kedua belah tim masuk tuh ke lapangan buat latihan. Liat dari jauh banget gini aja udah seneng apalagi kalau bisa liat dari deket dan foto bareng atau minta sign di jersey, cuma ya itu karena kedua tim ini bukan tim idola saya jadi ga sebegitu niat buat ngejar mereka buat minta sign dan foto bersama haha, takut terlalu jauh murtad dari United-nya.


Bayern yang merah, Chelsea yang biru yaa
Pertandingannya selesai dengan skor 3-2 untuk kemenangan Bayern Munchen. Dan sepanjang match sepertinya Chelsea ini permainannya masih belum se-jago musim lalu pas jadi juara di EPL, kalah kelas banget dari Bayern Munchen deh di semua lini, bahkan sempet ketinggal 3-0 dulu. Jadi malu saya pake jersey Chelsea, untung cuma karbitan haha.

Seneng banget! tapi ya itu senengnya cuma bentar ga kerasa, 90 menit doang. Sempet kepikiran buat ikut tim Nyayur FC ngejar pemain ke hotel buat minta sign dan foto tapi kok rasanya mager banget ya, inilah memang risiko fans karbitan kadang dilema saat hati kecil menolak haha. Untung iman saya terhadap United masih sangat kuat jadi saya memilih pulang dari stadion langsung cari makan aja di Lau Pa Sat haha.

Semoga tahun depan giliran United yang mampir SG atau mampir ke negara tetangga lainnya, atau malah mampir ke Indonesia ya.

Btw terima kasih ICCSG!

See ya,

Dzaka





Friday, July 21, 2017

Dari dulu setiap ke Ciwidey belum pernah punya niatan mampir ke Ranca Upas ini. Setiap ke Ciwidey paling cuma mampir di Kawah Putih atau paling mentok ke Situ Patenggang, karena kirain Ranca Upas ini tempatnya ngebosenin gitu aja ga ada yang menarik.

Tapi ternyata akhir-akhir ini kok sering banget ya liat di Instagram dan sosial media lain banyak orang yang share foto di Ranca Upas ini. Entah saya yang telat update atau gimana, tapi jujur saya baru tau disana ada penangkaran rusa haha. Bukan cuma rusa aja sih tapi liat dari foto orang-orang kayaknya camping disana tuh seru juga, ga serasa di hutan banget tapi ga juga kayak di bumi perkemahan biasa, tetep kerasa seperti di alam pokoknya walau sebenernya di komplek bumi perkemahan.


Singkat cerita akhirnya saya memutuskan untuk mencoba bercamping disana bersama keluarga, kita pilih waktu Sabtu dan Minggu untuk menginap, weekend dan semalam saja cukup. Kita ajak Om dan Tante juga biar makin rame.

Persiapan banyak banget, karena keluarga saya baru pertama kali camping begini jadi segala macam peralatan dibeli dan dibawa kesana. Mobil udah numpuk kayak mau pindahan, bawa bed cover bahkan untuk tidur di tenda dan yang jelas makanan ga ketinggalan, segala macam makanan yang bisa buat bakar-bakaran dibawa, jagung, ketan, sosis, marshmellow, banyak lah.

Landscape asik di sekitar penangkaran rusa
Tiba disana hari Sabtu jam 2 siang, langsung minta pasangin tenda sama si Akang petugas disana sekalian pasang hammock buat nyantai. Abis itu kita leyeh-leyeh bentar di tenda dan dilanjut keliling-keliling muter sana sini, foto-foto sana sini, dan yang pasti ke tempat penangkaran rusa. Setelah bosen muter-muter akhirnya kita balik ke tenda dan masak-masakan deh kita, pokoknya ini sampai malem bahkan sampai paginya lagi kegiatan kita cuma masak dan makan, kenyang hahaha.

Ini tenda kita, kita pilih lokasi di dekat hutan biar lebih hype campingnya

Oh iya cuaca disini mulai dari sore sekitar jam 4 udah dingin banget loh, ditambah turun kabut dan gerimis sesekali. Pas malemnya emang super dingin apalagi lewat tengah malem udah tuh suhu disana di bawah 10 derajat celcius, pake jaket penting dan yang ga kalah penting sering minum anget-anget biar ga masuk angin kalau perlu bawa tolak angin yang banyak juga.

Semaleman disani kayaknya hampir pasti ga bisa tidur, selain karena kedinginan tapi karena pasti kita banyak kegiatan deh apalagi kalau ramean gini kan pasti becanda terus. Yang ga berhenti sih bakar-bakaran, masaknya seneng pas makannya kenyang. Saking seringnya kita bakar-bakaran sampai kayu bakar kita cepet banget abis, akhirnya tengah malem beli lagikita ke warung, daripada api unggun kita mati juga kan haha. Juga kalau malem gini dari awal udah direncanain banget pingin dapet foto milky way biar kayak orang-orang, tapi sedihnya malem itu bulan lagi terang banget jadi bintangnya kalah terang sama bulan ditambah lagi kabut tebel jadi ya gitu ga keliatan milky waynya.



Pagi menjelang saatnya berburu sunrise, semalem gagal dapet milky way harusnya sunrise bisa sedikit ngobatin kesedihan itu. Tapi liat ke langit sayang masih mendung ditambah kabut tebal juga yaudah deh sama aja ga dapet juga kita foto sunrisenya. Udah pagi males mandi karena dingin, jadi  abis sarapan langsung beres-beres aja buat pulang biar bisa mandi di rumah, yang bikin males mandi disini bukan karena toiletnya jelek malah toiletnya bagus kok cuma karena dingin banget airnya haha. Oh iya buat yang bawa anak kecil sih seru sebenernya karena disini ada kolam renang air hangatnya, enak tuh pagi-pagi anak pasti seneng main air.

Morning vibes, gagal sunrise
Buat yang tertarik untuk berkunjung atau sekalian camping disana bisa langsung datang aja ke lokasi, bagi yang belum tau Kampung Cai Ranca Upas ini lokasinya ga jauh dari Kawah Putih. Tiket masuknya cuma Rp 10 ribu untuk kunjungan dan Rp 20 ribu untuk camping. Kalau berniat untuk camping disana nanti langsung aja ke bagian informasi cari namanya Pak Encep beliau yang in charge. Untuk nomor hpnya Pak Encep saya ada sih tapi ga akan saya share disini ga enak, biar kalau mau mah datang aja langsung ketemu beliau disana haha.

See ya,

Dzaka




 
Twitter Facebook Dribbble Tumblr Last FM Flickr Behance