Wednesday, December 18, 2019

Tajuk yang hampir serupa yang saya ketikkan pada kolom browser Google Chrome saya saat mulai menggali ilmu di dunia persepedaan. Akhir tahun yang beriringan dengan masuknya musim penghujan membuat saya mengurangi aktivitas hunting foto jalanan dahulu. Kondisi cuaca mendung yang menyelimuti hari membuat hasil foto akan flat dan kurang menarik. Aktivitas Juanda yang sementara vakum pun menjadi alasan akhir-akhir ini saya memiliki lebih banyak waktu untuk berolahraga. Dan sepeda menjadi pilihan. Selain dikarenakan di rumah ada dua buah sepeda yang menganggur tak terpakai, namun bersepeda juga menjadi alasan saya untuk bisa mengelilingi Kota Bandung dengan santai sambil mencari lokasi dimana Juanda akan berlabuh tahun depan. Satu dua minggu di bulan Oktober saya habiskan untuk bersepeda menggunakan sepeda bekas Bapa yang beliau rakit saat masih aktif bersepeda bersama rekan-rekan sekantornya dulu. Sepeda dengan frame Federal ini tidak sepenuhnya enak dipakai saat pertama kali saya ajak dia turun ke jalanan Kota Bandung ini. Satu dua hal saya coba pelajari. Beberapa komponennya banyak yang perlu distel ulang agar lebih loncer dan nyaman dikendarai. Upgrade handlebar serta stem pun tak elak saya lakukan demi menambah kenyamana mengendarainya, karena pada dasarnya sepeda ini memiliki geometri yang kurang cocok dengan tubuh saya (ukuran sepeda 48). 

Kepalang tanggung mempelajari setiap komponen dalam sepeda, terbersit niat untuk membangun sepeda sendiri dengan geometri yang pas dan sesuai dengan tinggi serta posisi bersepeda saya pribadi (ukuran 52). Mulailah setelah itu saya mempelajari sedikit demi sedikit ilmu tentang sepeda dan perkembangannya saat ini. Jujur saya tak paham bahkan tak tahu nama setiap komponen sepeda pada awalnya. Eksplorasi ilmu tentang sepeda mengantarkan saya untuk membulatkan keinginan dalam membangun sepeda. Sepeda fixed gear menjadi pilihan saya. Alasannya cukup jelas, saya sangat menyukai kesederhanaan yang ditampilkan oleh sepeda jenis ini. Kesan rapi dan bersih tanpa kabel serta tuas rem di handle bar maupun body menambah daya tarik serta estetika sepeda jenis ini. Disamping itu perawatan sepeda fixed gear relatif lebih mudah dibandingkan jenis sepeda lain karena jumlah komponennya yang lebih sedikit serta mudah dibongkar pasang.

Sebelum beranjak membangun, langkah awal yang saat itu saya lakukan adalah merancang konsep. Saya sangat jatuh hati dengan sepeda fixed gear berkonsep klasik. Ramping dan elegan. Konsep klasik ini saya temui pada sepeda-sepeda yang digunakan untuk balapan "Keirin Race" di Jepang. Video-video tentang Keirin Race menjadi makanan saya sehari-hari kala itu, tak lupa sesekali saya ambil dan simpan gambar tiap sepeda yang digunakan pada Keirin Race ini sebagai benchmark untuk rancangan konsep sepeda yang akan saya bangun. Dari Keirin Race ini saya mengenal istilah NJS yang merupakan kependekkan dari Nihon Jitensha Shinkokai yang bila ditranslasi ke dalam bahasa Inggris menjadi Japan Bicycle Promotion Association atau disana lebih dikenal dengan Japan Keirin Association. Dimana setiap sepeda yang digunakan pada Keirin Race haruslah diapproved atau terstandarisasi NJS. Sehingga bisa dibilang NJS ini merupakan asosiasi yang berkutat dibidang  sertifikasi sepeda khususnya untuk Keirin Race di Jepang. Deskripsi lebih mendalam terkait NJS bisa teman-teman peroleh di Google atau melalui forum-forum sepeda seperti pada cycling-id ini.

Sedikit cuplikan dan ulasan terkait Keirin Race dapat teman-teman tonton pada tautan video di atas.

Konsep sudah terbentuk. Rincian jenis dan merk setiap komponen sudah dicatat. Selanjutnya adalah bagian tersulit, yaitu mencari dan mengumpulkan satu demi satu komponen tersebut. Alhamdulillah walau harus ada beberapa komponen yang mengalami penyesuain dikarenakan komponen yang diinginkan sulit dicari, tetapi hampir keseluruhan konsep yang telah direncanakan sebelumnya dapat direalisasikan. Hampir seluruh komponen yang saya perlukan untuk membangun sepeda ini saya peroleh dari e-commerce. Di Bandung sendiri sangatlah sulit menemukan toko sepeda offline yang menyediakan berbagai komponen untuk sepeda fixed gear, terutama terkait dengan konsep yang ingin saya bangun ini. Kurang lebih butuh satu bulan hingga sepeda ini selesai dibangun, ada beberapa komponen yang tidak tersedia sehingga membutuhkan waktu cukup lama dikarenakan saya harus menunggu kloter pre-order dari Jepang.

Kembali ke tajuk postingan di atas. Tajuk ini dipilih karena frame yang saya pakai disini sejatinya bukanlah frame baru dan juga bukan merupakan frame yang diperuntukkan untuk sepeda fixed gear, melainkan frame yang diperuntukkan untuk sepeda jenis road bike. Frame ini merupakan frame bekas keluaran tahun 1971, yang dahulunya merupakan sepeda ontel perkotaan yang sempat beredar banyak di Indonesia (selain sepeda merk Phoenix). Hal yang membedakan peruntukkan setiap jenis frame sepeda bisa dilihat pada bentuk dropoutnya, frame yang saya pakai ini memiliki bentuk dropout yang horizontal dan memiliki dudukan untuk derailleur atau gear belakang, sedangkan untuk fixed gear umumnya memakai dropout yang berbentuk horizontal melintang atau disebut dengan istilah track forkend. Frame ini bermerk Napoli Otsuda ukuran 52, saya ambil karena harga dan geometrinya cocok dengan budget serta ukuran tubuh saya, dan selain itu desainnya sangat klasik didukung dengan lebar batang yang sangat ramping dan adanya emblem (Pak Bagio menyebutnya ketrikan) Napoli Otsuda di bagian depan frame ini. Frame ini saya peroleh dari Bapak Bagio seorang penghobi sepeda dari Kota Malang. Beliau sebelumnya menggunakan frame ini untuk konsep sepeda klasik berjenis road bike dimana disana beliau sematkan gear shifter yang bentuknya seperti jepitan jemuran, sangat klasik. Beliau sendiri membonuskan shifter tersebut pada saya saat saya mengakuisisi frame ini. Namun, dikarenakan jenis sepeda yang saya bangun adalah sepeda fixed gear maka dengan berat hati gear shifter itu sementara waktu harus menepi dulu. Spesifikasi lebih jelas untuk setiap komponen dalam sepeda ini akan saya sebutkan di bawah setelah saya pamerkan beberapa foto bentuk jadi sepeda ini. Terima kasih sudah mengikuti cerita singkat pembangunan sepeda ini, sampai berjumpa di jalan!






Frame: 
Napoli Otsuda size 52 (bekas)
Bottom Bracket Viva Taiwan
Headset Ali Japan
Wheelset:
Hub and Freehub Formula 36H silver
COG 17T dan Lockring Formula
Rims Araya 733 silver 700c
Spoke Shimano 299 chrome
Rims Tape Unbranded
Ban Dalam Depan Kenda 23-25c
Ban Dalam Belakang Polygon 25-28c
Ban Luar Depan-Belakang Kenda 700c/25c
Crankset:
Crank dan Chainring Campagnolo Non Series 48T
Pedal MKS Soma Citoyen du Monde
Toe Clip Well Go Plastic Toe Clip (bekas)
Rantai United Single Speed
Seatset:
Seatpin Unbranded
Seatpost Kalloy 25.4
Saddle Velo Racing
Barset:
Stem Nitto Jaguar 80mm NJS
Dropbar Nitto CrMo 380mm NJS
Accessories:
Grip One Percent Bartape HEX
 
Twitter Facebook Dribbble Tumblr Last FM Flickr Behance