Thursday, July 19, 2018

Astana Anyar dan Rollei Retro 400s

| | 1 comments
Minggu, 8 Juli 2018. Konica AT3 + Hexanon 40mm f1.8 dan Rollei Retro 400s sudah siap menemani langkah saya pagi itu. Tegalega dan daerah Astana Anyar jadi tujuan saya menghabiskan pagi diselingi tankapan beberapa eksposur bertajuk street photography. Saya memarkirkan kendaraan di dekat pintu masuk Tegalega di Jl. Otista. Masuk sejenak ke Tegalega untuk mencari toilet, disana saya baru mengetahui ternyata saat ini dikenakan biaya masuk sebesar Rp. 1.000/orang yang diperuntukan sebagai biaya pemeliharaan kawasan Tegalega.

Tegalega di hari Minggu sudah seperti pasar kaget. Ada satu titik untuk berolahraga yaitu di sekitar lapangan sepakbola dan trek lari tanah liat namun, sisanya lebih banyak spot belanja. Rencana ingin mengambil gambar sekitar tugu Bandung Lautan Api harus saya urungkan, ternyata wilayah sekitar tugu sedang mengalami renovasi sehingga ditutup oleh asbes dan seng. Jadilah eksposur pertama yang saya ambil yaitu tukang cimol.

Bandung, 2018

Karena terlalu padat akhirnya saya memutuskan untuk keluar dan menuju pasar loak sepanjang jalan Jl. Astana Anyar. Cukup menyebrang dari pintu Tegalega langsung kita dapat menjumpai kerumunan pedagang barang loak tersebut. Banyak yang menarik, mulai dari pakaian, onderdil motor, alat elektronik hingga console game juga dijual disini.

Berjalan-jalan sepanjang Jl. Astana Anyar saya mengambil beberapa eksposur. Para penjaja onderdil motor ini salah satu yang saya ambil.

Bandung, 2018

Banyak barang menarik disini, tapi memang kita harus pandai menawarnya. Sempat melihat beberapa pakaian bekas dibandrol dengan harga sekitar Rp. 50.000, cukup murah namun sepertinya masih bisa ditawar.

Di Jl. Astana Anyar ini pula terdapat terminal angkot, tempat yang cukup menarik untuk mengambil gambar. Banyak momen menarik yang bisa diabadikan disana. Terlalu lama framing akhirnya saya tidak mengambil gambar satupun disana. Lanjut saja akhirnya saya mengambil gambar mang tukang becak dan juga bapak dengan jaket berlogo swoosh.

Bandung, 2018

Bandung, 2018

Cukup sampai Pasar Anyar saya memutuskan untuk putar balik dan kembali ke arah Tegalega untuk sarapan nasi soto ayam disana. Saya memutuskan untuk melewati jalan yang berbeda dengan saat berangkat, kali ini saya lewat Jl. Ibu Inggit Garnasih. Ada beberapa eksposur yang saya dapat sepanjang perjalanan pulang menuju Tegalega. Namun, cukup banyak pula momen yang lepas dari tangkapan saya. Street Photography ini memang tidak mudah, butuh cukup jam terbang untuk terbiasa. Saya masih terlalu terburu-buru dalam mengambil gambar, dan kurang berani mendekati objek orang.

Bandung, 2018

Bandung, 2018

Bandung, 2018

Bandung, 2018

Tiba kembali di Tegalega dan dilanjutkan dengan sarapan nasi soto ayam. Selesai sudah langkah pagi saya hari itu, 9 eksposure didapat. Tegalega dan Astana Anyar ini sangat menarik untuk kita kunjungi terutama disaat weekend.

Cuci dan scan saya lakukan di Seni Abadi. Karakter high contrast dari film Rollei Retro 400s ini sangat saya suka, tone warna monokrom yang cenderung kecoklatan semakin membuat kesan lawas hasil fotonya. Ini kali pertama saya mencoba Rollei Retro 400s, mungkin ini akan menjadi salah satu film black and white favorit saya.

Bandung, 2018

Dzaka, Juli 2018

"color is descriptive, black and white is interpretative." - Elliott Erwitt


1 comments:

  1. ini pertama kalinya saya baca soal rollei retro 400s, maklum biasanya hanya ketemu lucky dan kodak karena keterbatasan distribusi. i love the tone, it's so majestic and warm... ada rekomendasi beli dimana? thanks in advance!

    ReplyDelete

 
Twitter Facebook Dribbble Tumblr Last FM Flickr Behance