Wednesday, August 1, 2018

Menangkap Kearifan Lokal di Ayutthaya dan Maeklong dengan Ilford Delta 100

| | 2 comments
Maeklong, 2018
Foto di atas diambil menggunakan kamera handphone di Pasar Rel Kereta Maeklong, tidak begitu berani untuk menangkapnya dengan kamera analog terlalu takut kehilangan momen yang terjadi  dalam waktu yang cukup cepat.

Ayutthaya

25 Juli 2018. Hari itu saya berencana untuk melakukan one day trip dari Bangkok ke Ayutthaya yang merupakan kota bersejarah bagi Kerjaan Siam yang kini dikenal dengan Kingdoms of Thailand sebelum akhirnya kota ini mengalami kehancuran pada tahun 1767 dikarenakan mendapat serangan dari Burma, kini puing-puing sisa kehancuran kota tersebut masih bisa kita kunjungi dan menjadi taman bersejarah warisan dunia UNESCO.

Berangkat dari Bangkok menuju Ayutthaya menggunakan kereta ekonomi kelas 3 dengan biaya yang sangat murah, 15 Bath saja. Hari itu saya memakai film Ilford Delta 100, film yang banyak direkomendasikan orang sebagai salah satu film black and white terbaik. Seri Delta dari Ilford memang wajib dicoba, untuk Delta 100 kita masih bisa dengan mudah menemuinya namun untuk Delta 400 di Indonesia cukup sulit ditemui.

Di Ayutthaya sendiri saya memilih untuk menyewa sepeda motor agar lebih mudah mengelilingi kompleks kota bersejarah ini dan dapat mengefisienkan waktu karena di sore harinya saya harus segera kembali ke Bangkok. Total ada 6 tourist attraction yang kesemuanya merupakan bangunan candi bersejarah peninggalan kerajaan Siam. Saya hanya sempat berkunjung ke 4 candi yakni Wat Maha That, Wat Ratchaburana, Wat Phra Si Sanphet dan Wat Phra Ram. Cuaca mendung masih menyelimuti saya saat itu tapi diselingi dengan terik matahari yang cukup menyengat. Langsung saya berikut objek-objek yang saya tangkap menggunakan kamera analog saya dengan film Ilford Delta 100.

Ayutthaya, 2018

Ayutthaya, 2018 

Ayutthaya, 2018

Ayutthaya, 2018

Ayutthaya, 2018

Ayutthaya, 2018

Ayutthaya, 2018

Maeklong

26 Juli 2016. Masih menggunakan film yang sama Ilford Delta 100 karena memang belum habis, hari itu saya berniat menghabiskan film tersebut dengan mengunjungi Maeklong Railway Market yang terletak di kota Samut Songkhram. Dari Bangkok saya memilih menggunakan van dengan biaya 100 Bath saja. Van yang saya tumpangi ini sebenarnya memiliki tujuan akhir menuju kota Ratchanaburi, namun kita bisa meminta untuk diturunkan di sekitar daerah pasar Maeklong dekat dengan stasiun Maeklong. Sambil menunggu, 2 eksposure saya ambil di terminal van tersebut.

Bangkok, 2018

Bangkok, 2018
Banyak hal menarik disini, aktivitas keseharian warga Samut Songkhram yang berbelanja di pasar yang berlokasi di atas rel kereta sangatlah unik. Setiap kereta lewat maka para pedagang ini akan segera membereskan barang dagangannya untuk memberikan ruang bagi kereta, para pembeli dan wisatawan akan menepi pula. Bagi para wisatawan yang tertarik untuk melihat momen tersebut maka perlu diperhatikan jam saat kereta akan melewati pasar tersebut, untuk mengetahuinya kita bisa melihat pada timetable kereta yang terpampang di stasiun Maeklong yang lokasinya bersebelahan dengan pasar Maeklong ini. Berikut beberapa momen yang saya peroleh disana.

Samut Songkhram, 2018

Samut Songkhram, 2018

Samut Songkhram, 2018

Samut Songkhram, 2018

Samut Songkhram, 2018

Samut Songkhram, 2018
Seperti biasa proses develop dan scan saya percayakan pada Seni Abadi, sekedar info untuk pemrosesan film black and white mereka memerlukan waktu kurang lebih 3 hari kalender, sedangkan untuk proses film warna diperlukan waktu cukup satu jam saja.

Mereview sekilas terkait performa film Ilford Delta 100 ini, secara keseluruhan memang film ini memiliki karakter medium kontras yang pasti semua orang akan suka. Grain dari film ini memang tidak begitu halus. Masih terlihat sedikit grain (mungkin ini tergantung merk cairan kimia yang digunakan dalam proses develop) namun itu tidak begitu mengganggu, karena beberapa orang bahkan lebih suka karakter film hitam putih yang memiliki grain seperti ini sehingga lebih menampilkan kesan lawas. Dari hasil yang didapat ini saya menjadi semakin penasaran untuk mencoba performa dari saudara sepupunya yakni Ilford Delta 400.

Dzaka, Juli 2018

“When you photograph people in color, you photograph their clothes. But when you photograph people in black and white, you photograph their souls!” - Ted Grant

2 comments:

  1. satu kata: STUNNING!

    sayang aku pake laptop dengan layar yang kurang mumpuni jadi kurang bisa menikmati grain di tiap fotonya. ilford delta 100 ini emang kece; cobain yang 400 deh kak, feelnya lebih vintage dan cakep banget buat potraits. detailnya juarakkk

    anyway salam kenal ya kak, find ur blog from blogwalking and i'm hooked. beautiful pictures & beautifully written!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Mas Agi sudah menyempatkan diri mampir dan baca2. Betul banget wajib nyoba memang nih yg asa 400nya, cuma sampai saat ini masih belum nemu juga paling kalau kepepet akhirnya ambil dari ebay sih. Sekarang saya jadinya sambil nyari juga Ilford FP4 400 yang kata para penikmat foto film bw itu best filmnya ilford.

      Delete

 
Twitter Facebook Dribbble Tumblr Last FM Flickr Behance