Friday, December 14, 2018

Kali Pertama Mencoba Ilford FP4 Plus 125

| | 0 comments
Desember 2018. Film Ilford FP4 ini memang cukup sulit ditemui, sangat jarang seller dunia analog Indonesia yang menyediakan film ini. Saya sendiri kebetulan memperoleh film ini dari Saparua Film Lab Bandung, bagi yang ingin mencobanya juga bisa menghubungi mereka karena disana cukup banyak pilihan film yang jarang ditemui di seller lainnya. Harga film Ilford FP4 ini memang cukup mahal, sedikit lebih tinggi dari film bnw kebanyakan (pada umumnya). Di Saparua Film Lab saya mendapatinya dengan bandrol harga 140 ribu Rupiah per pcsnya.

Film ini tergolong film medium speed karena nilai ASAnya yang tidak begitu besar yakni 125 saja, mengutip dari beberapa review yang tersebar di internet kemampuan film ini untuk di push ataupun di pull sangatlah baik hingga tetap mampu menghasilkan kualitas grain harus dan tingkat ketajaman gambar yang baik. Pada percobaan pertama ini saya berniat untuk memotret menggunakan speed sesuai keterangan di box yakni 125, namun dikarenakan di settingan kamera tidak terdapat speed sebesar itu maka rasio yang paling dekat saya gunakan adalah di ASA 100.

Film ini bisa dibilang favoritnya para fotografer dan penikmat foto hitam putih, saya mulai teracuni untuk mencoba film ini karena para penggiat analog yang aktif di forum kaskus sering mengupload hasil karyanya memotret menggunakan Ilford FP4 ini dan hasilnya sangatlah menarik, warna hitam putih yang natural dengan tone yang memberikan kesan lawas yang sangat baik. Rasanya hampir semua para pecinta foto monokrom akan suka dengan hasil yang dihasilkan oleh film ini.

Untuk mencoba film ini saya memilih lokasi di sekitaran Pasir Kaliki dekat Stasiun Hall dan Alun-alun Bandung karena menurut saya di sana banyak objek menarik untuk ditangkap dalam warna hitam dan putih. Untuk develop dan scan sendiri awalnya saya memilih untuk melakukannya di Saparua Film Lab (tempat dimana saya memperoleh filmnya) namun saat tiba disana ternyata mereka menolaknya dengan alasan mereka belum mampu mendevelop filmnya karena memiliki ASA yang tidak biasa (125) sebenarnya bisa mereka paksakan dengan push atau pull tapi mereka tidak berani dikarenakan takut hasilnya tidak begitu baik. Akhirnya saya kembali ke tempat develop dan scan langganan yakni Seni Abadi, dan langsung saja hasilnya dapat kalian lihat di bawah ini (foto menggunakan kamera Canon 7 + lensa Industar 61 52mm f2.8).

Bandung, 2018

Bandung, 2018

Bandung, 2018

Bandung, 2018

Bandung, 2018

Bandung, 2018

Bandung, 2018

Bandung, 2018

Bandung, 2018

Bandung, 2018

Bandung, 2018

Bandung, 2018

Dzaka, Desember 2018

FP4 is the “comfy slipper” of the film world. beautiful tones, easy to handle, consistent and reliable, a safe haven. - Ady Kerry 

0 comments:

Post a Comment

 
Twitter Facebook Dribbble Tumblr Last FM Flickr Behance